Cerita tentang penghuni Hamparan Harapan...
para tinta yg terdeportasi pun harus kmbali ke daerahnya yang sangat gelap dan berdesakan, si Mr Cartridge yang masih terdiam tak berguna harus masuk kedalam ruang yang sama gelapnya tapi dia memiliki ruang yang cukup untuk dirinya sendiri, si Mrs Earphone akan pergi menemani si pemilik ruangan, tumpukan kertas harus menerima banhwa diri mereka sudah tak layak berada di sebuah tempat datar yang dinamakan "hamparan harapan", tumpukan buku yang merasa terpojokan di hamparan pun akan kembali mrasakan kebersamaan mreka dengan sebangsa mereka di sebuah tempat yang bernama "rak pengetahuan", persahabatan antara tipe x dan balpoin pun akan terus berlanjut, harapan mereka adalah mereka bisa menjadi senjata yang terbaik dan bermanfaat bagi si pemilik ruangan maupun pelajar lain yang ada di dunia ini. tak lupa juga penggaris yang masih belia harus mencoba menjadi yang terbaik dalam segala hal yang harus ia luruskan. seperti halnya gulungan kabel yg tak tearah harus berusaha keluar dari belitan masalah, masalah membuat mereka memiliki rasa kebersamaan. setelah masalah selesai, mereka akan berpisah dan kembali bertemu dalam masalah selanjutnya.
Hamparan harapan pun kini terlihat lebih luas dari sebelumnya, bagaimana tidak? hampir semua imigran telah dikembalikan ke tempat asal mereka. kini Hamparan Harapan hanya memiliki beberapa warga tetap yang memang seharusnya berada di sana. sebuah dunia nyata dan maya bersatu di sekitarnya, Mr. Printer yang belum juga menyadarkan diri membuat semua merasa kehilangan dan semua berharap Mr. Printer bisa kembali terbangun dan mengoceh meski itu terdengar agak mengganggu ketenangan tapi semua sangat merindukan ocehan itu. sang pengeras suara yang pandai bernyanyi pun ikut menemani mereka di Hamparan Harapan. tak hanya itu, sebuah kotak yang terkumpul semua rasa terima kasih pun rela mengisi ruang di Hamparan harapan meski ia harus selalu terpojok bersama sebuah kabel yang bisa menghubungkan kita ke dunia maya.
tak semua yang pergi membawa kehilangan, tapi tak sedikit yang tertinggal merasa bahwa mereka yang pergi meninggalkan sebuah kenangan. — di my inspiration room.
para tinta yg terdeportasi pun harus kmbali ke daerahnya yang sangat gelap dan berdesakan, si Mr Cartridge yang masih terdiam tak berguna harus masuk kedalam ruang yang sama gelapnya tapi dia memiliki ruang yang cukup untuk dirinya sendiri, si Mrs Earphone akan pergi menemani si pemilik ruangan, tumpukan kertas harus menerima banhwa diri mereka sudah tak layak berada di sebuah tempat datar yang dinamakan "hamparan harapan", tumpukan buku yang merasa terpojokan di hamparan pun akan kembali mrasakan kebersamaan mreka dengan sebangsa mereka di sebuah tempat yang bernama "rak pengetahuan", persahabatan antara tipe x dan balpoin pun akan terus berlanjut, harapan mereka adalah mereka bisa menjadi senjata yang terbaik dan bermanfaat bagi si pemilik ruangan maupun pelajar lain yang ada di dunia ini. tak lupa juga penggaris yang masih belia harus mencoba menjadi yang terbaik dalam segala hal yang harus ia luruskan. seperti halnya gulungan kabel yg tak tearah harus berusaha keluar dari belitan masalah, masalah membuat mereka memiliki rasa kebersamaan. setelah masalah selesai, mereka akan berpisah dan kembali bertemu dalam masalah selanjutnya.
Hamparan harapan pun kini terlihat lebih luas dari sebelumnya, bagaimana tidak? hampir semua imigran telah dikembalikan ke tempat asal mereka. kini Hamparan Harapan hanya memiliki beberapa warga tetap yang memang seharusnya berada di sana. sebuah dunia nyata dan maya bersatu di sekitarnya, Mr. Printer yang belum juga menyadarkan diri membuat semua merasa kehilangan dan semua berharap Mr. Printer bisa kembali terbangun dan mengoceh meski itu terdengar agak mengganggu ketenangan tapi semua sangat merindukan ocehan itu. sang pengeras suara yang pandai bernyanyi pun ikut menemani mereka di Hamparan Harapan. tak hanya itu, sebuah kotak yang terkumpul semua rasa terima kasih pun rela mengisi ruang di Hamparan harapan meski ia harus selalu terpojok bersama sebuah kabel yang bisa menghubungkan kita ke dunia maya.
tak semua yang pergi membawa kehilangan, tapi tak sedikit yang tertinggal merasa bahwa mereka yang pergi meninggalkan sebuah kenangan. — di my inspiration room.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar